Tampilkan postingan dengan label Perawatan dan Perbaikan Mixer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perawatan dan Perbaikan Mixer. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Mei 2014

CARA MEMPERBAIKI MIXER

Prinsip kerja mixer hampir sama dengan cara kerja alat elektronik yang lainnya, misalnya blender atau kipas angin, yaitu mengubah energi listrik menjadi energi mekanis/gerak, arus listrik yang mengalir dari stopkontak ke kabel penghubung akan diteruskan ke sakelar pemilih kecepatan lalu lilitan motor penggerak. sebelum kita melangkah pada bahasan inti yaitu cara memperbaiki mixer alangkah lebih baiknya bila kita mengetahui dulu bagian-bagian dari mixer agar lebih mudah dalam proses perbaikan.


Bagian-bagian mixer(bagian luar):

  • Kabel penghubung ke stopkontak listrik
  • Tombol pengatur kecepatan motor listrik
  • Alat pengaduk , berupa dua buah batang besi yang ujungnya berbentuk spiral atau plat saling silang yang menguncup ke atas.
Bagian-bagian mixer (bagian dalam):
  • Motor penggerak
  • Kapasitor bank
  • Sakelar/swich pengatur kecepatan motor
Kerusakan yang umum terjadi pada mixer
  • Mati total
  • Putaran motor lambat atau
  • Putaran motor tersendat-sendat

Cara memperbaiki:

Mixer mati total,
Pada keluhan seperti ini terdapat beberapa faktor yang dapat menjadi penyebabnya, diantaranya yaitu: Kabel penghubung putus dan Motor penggerak putus atau terbakar, Untuk mengetahui kerusakannya maka harus dilakukan pengecekan berurut yaitu:
  1. Kabel penghubung listrik ke stopkontak, lihatlah secara fisik apakah ada dari kabel tersebut yang putus? biasanya kabel penghubung ini putus karena gigitan tikus atau terhimpit benda dengan beban yang berat sehingga kabel menjadi hancur, maka saat tertarik akan putus.
  2. Apabila kabel dalam keadaan baik maka pemeriksaan dapat dilanjutkan dengan melihat komponen yang ada di dalam badan mixer, untuk dapat melihat isi yang ada di dalam mixer maka kita harus membuka semua skrup yang ada di luar badan menggunakan obeng plus. Kemudian setelah itu periksalah apakah ada kabel yang terputus atau tidak? selain putus mungkin saja ada kabel yang kurang kencang terpasang pada terminalnya
  3. Motor penggerak, lihatlah apakah kondisi lilitan pada motor penggerak terlihat wajar atau terlihat hitam hangus seperti bekas terbakar dan terc1um bau seperti tesudah terbakar? pada kondisi seperti itu biasanya lilitan pada motor terputus karena panas yang melebihi kekuatan kawat lilitan, tapi untuk lebih yakin maka diperlukan pemeriksaan/pengukuran menggunakan AVO meter, lepaskanlah kabel yang menempel pada motor penggerak kemudian ukurlah kedua ujung lilitan motor pemggerak menggunakan AVOmeter dengan memindahkan posisi swich pada R X 1 kilo ohm, tempelkan kedua ujung dari probe AVO ke kedua ujung lilitan motor, bila jarum penunjuk pada AVO meter bergerak ke arah kanan dan diam pada skala 0-3 maka kemungkinan motor masih bagus, tapi bila jarum penunjuk pada AVOmeter diam /tidak bergerak maka kemungkinan besar lilitan pada motor penggerak terputus maka dengan demikian harus harus dililit ulang atau diganti dengan motor yang baru.
Putaran motor lambat atau tersendat-sendat
Untuk mixer dengan putaran tersendat-sendat atau putarannya pelan maka kemungkinan penyebabnya adalah carbon brush sudah tipis (komponen penghubung listrik dari kabel penghubung ke putaran motor), dengan menipisnya carbon brush maka listrik yang mengalir ke lilitan motor berada pada keadaan terhubung dan tidak terhubung atau banyak yang menyebut keadaan tersebut dengan "ngefong", untuk mengantisipasi hal tersebut adalah dengan mengganti carbon brush yang sudah tipis dengan yang baru 
Terdapat ukuran yang berbeda-beda karbon brush yang ada di pasaran karena itu pastikan anda membawa contoh carbon brush beserta dudukannya ke toko yang menjual alat-alat elektronik, apabila tidak menemukan ukuran yang sama maka belilah carbon brush yang ukurannya lebih besar sedikit dari ukuran yang asli, karena kita masih dapat mengatasinya yaitu dengan cara mengikir atau mengampelasnya sampai mendapatkan ukuran yang mirip dengan ukuran yang asli.
Apabila pada carbon brush tidak ada masalah kemungkinan yang lainnya adalah kapasitor bank yang sudah rusak, untuk mengatasinya adalah dengan menggantinya dengan yang baru, dengan demikia maka putaran motor penggerak akan kembali normal.

Perawatan dan Perbaikan Kerusakan Mixer

Pada umumnya orang berpendapat bahwa segala sesuatu yang dirawat dengan telaten akan awet. Pendapat ini berlaku pula pada penggunaan ARTL ( Alat Rumah Tangga Listrik). ARTL yang dalam penggunaannya senantiasa dirawat akan awet.  Meskipun demikian, kadang kerusakan tak dapat dihindari. Oleh karena itu, selain harus mengerti perawatan, perlu pula menguasai dengan baik perbaikan kerusakan suatu ARTL, terutama bagi mereka yang mengikuti mata kuliah ini. Jenis perawatan dan perbaikan ARTL yang akan dibahas pada poin ini adalah perawatan dan perbaikan mixer pada umumnya.
1)    Perawatan Mixer
Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam merawat mixer agar awet demikian pula penggunaannya dituangkan dalam buku atau brosur penggunaannya. Baca dengan saksama buku atau brosur petunjuk penggunaan mixer sebelum digunakan. Buku atau brosur petunjuk penggunaan mixer disertakan dalam paket mixer saat pertama kali membeli mixer. Periksa keberadaan buku atau brosur petunjuk tersebut saat anda membeli mixer. Jika tidak ada, mita pada penjual. Jangan membeli mixer yang tidak disertai buku atau brosur petunjuk penggunaannya.
Kerjakan semua perintah yang diharuskan dalam buku atau brosur tersebut saat anda menggunakan mixer, dan hindari semua yang dilarang anda lakukan. Pada umumnya, buku atau brosur petunjuk penggunaan tersebut berisi langkah-langkah penggunaan sebagai berikut:
(a)  Periksa dan cocokkan kebutuhan tegangan suplei dan frekuensi kerja dengan tegangan terpasang dan frekluensi kerja di tempat anda akan menggunakan mixer.
(b)  Posisikan saklar pemilih kecepatan mixer pada posisi ‘0’.
(c)  Masukkan kedua tangkai pengaduk adonan pada lubangnya dengan tepat hingga terdengan suara ‘klek’.
(d)  Tusukkan ‘tusuk kontak’ dengan benar pada stop kontak sumber listrik AC tegangan 220 ~ 230 volt, 50 ~ 60 Hz. Perhatian! Besaran ini tidak boleh dilanggar. Pelanggaran terhadap besaran listrik ini dapat menyebabkan kerusakan fatal pada mixer. Pegangan dengan baik ujung tusuk kontak (bukan kabel penghantarnya) saat menusukkan dan melepaskan tusuk kontak ke dan dari stop kontak
(e)  Posisikan saklar pemilih kecepatan mixer pada posisi ‘1’.  Jangan langsung menggunakan posisi tinggi (posisi 3). Motor mixer harus berputar bersama kedua tangkai pengaduk adonan.
(f)   Atur kecepatan mixer dengan perlahan, langkah demi langkah. Dari cepat ke lambat, atau dari lambat ke cepat. Jangan menekan atau menggeser saklah pemilih kecepatan dengan serampangan. Kecerobohan ini dapat merusak lidah-lidah kontak saklar pemilih kecepatan mixer.
(g)  Perhatian! Jangan terlalu lama menjalankan motor mixer, hingga melebihi satu jam tanpa berhenti. Pemakaian yang melibihi satu jam tanpa berhenti akan meningkatkan suhu panas motor dan akan berakibat fatal. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan motor mixer terbakar.
(h) Bersihkan atau cuci bersih semua komponen mixer kecuali bodinya sesaat setelah digunakan agar tidak berjamur.
(i)   Perhatian! Bodi mixer tidak boleh dicuci. Di dalam bodi mixer terdapat motor dan rangkaian kelistrikan mixer. Pencucian bodi mixer akan membasahi motor dan rangkaian kelistrikan mixer. Hal ini dapat mengakibatkan motor mixer dan rangkaian kelistrikan mixer terhubung singkat (korsleting). Dampak selanjutnya adalah motor dan rangkaian kelistrikan motor akan terbakar ketika dijalankan kembali.
2)    Perbaikan Mixer
Pada urain sebelumnya telah dijelaskan bahwa kerusakan pada ARTL terkadang tak dapat dihindari. Penyebab kerusakan alat rumah tangga listrik antara lain disebabkan oleh (a) kelalaian pemakai, misalnya, tidak  mengikuti petunjuk yang disertakan pabrik seperti yang dicamtumkan pada name plate alat, brosur dan buku manual pemakai; (b) bencana alam atau musibah, misalnya tertimpa benda keras, terjatuh dari tempat ketinggian tertentu, tenggelam karena banjir, terbakar karena lonjakan tegangan sumber yang tiba-tiba terjadi atau ikut terbakar dalam musibah kebakaran dan banyak lagi penyebab lainnya. Oleh karena itu pengetahuan dan keterampilan untuk memperbaiki kerusakan tersebut perlu dimiliki, terutama oleh mereka yang mengikuti mata kuliah ini. Berikut ini diuraikan beberapa jenis kerusakan mixer dan langkah-langkah perbaikannya.
a)    Motor mixer tidak berputar
Motor mixer tidak berputar karena tidak ada arus listrik yang masuk ke dalam motor mixer. Kondisi ini disebabkan oleh adanya kerusakan pada bagian-bagian yang dilalui arus listrik yang menuju ke dalam kumparan atau belitan motor, seperti: tusuk kontak, kabel pengantar, saklar pengubung kontak atau pemilih putaran, sikat, komutator, dan kumparan motor.
Langkah perbaikan yang perlu dilakukan, yakni:
(1) Periksa kondisi fisik tusuk kontak dengan pengamatan mata telanjang dari kemungkinan: terbakar, patah atau terlepas dari hubungan kontak dengan kabel pengantar. Kemudian, jika kondisi fisik terlihat bagus, lanjutkan dengan pemeriksaan hubungan kontak terminalnya dengan ujung kabel pengantar yang dihubungkan kepadanya dengan menggunakan multimeter (posisi ohm, skala 10X). Jika jarum penunjuk multimeter bergerak ke kanan menuju ke titik ukur ‘0’ dan menunjuk nilai ukur tertentu, misalnya 0 ohm atau mendekati 0 ohm dan tidak bergerak dari nilai tersebut, maka tusuk kontak mixer masih baik. Selain kondisi tersebut, tusuk kontak rusak dan harus diganti dengan yang baru;
(2) Periksa sambungan dan kondisi kabel penghantar, jangan sampai ada yang terlepas. Kemudian gunakan multimeter (posisih saklar pilih pada poisisi ‘ohm’, skala 10X) untuk memeriksa kondisi kabel jangan sampai mengalami putus ‘dalam’. Putus ‘dalam’ artinya kawat pengahantar yang berada di dalam selubung isolasi penghantar ‘patah’ atau terputus, sehingga titik atau posisi putusnya tidak terjangkau melalui indra mata, sehingga perlu dideteksi kondisinya dengan alat ukur multimeter atau ohm meter;
(3) Periksa kondisi sikat (kiri-kanan), jangan sampai patah, aus atau pegas tekannya terlepas sehingga hilang kontak antara komutator-sikat-belitan stator-saklar-kabel penghantar-tusuk kontak. Sikat yang patah, terlalu aus atau pegas tekannya hilang dapat menyebabkan hilangnya hubungan kontak antara belitan ‘rotor dan ‘stator’ motor mixer. Akibatnya motor mixer tidak dapat tersuplei arus listrik dan tidak berputar. Jika sikat dalam kondisi patah, terlalu aus atau kehilangan pegas tekan, maka sikat harus diganti dengan yang baru.
(4) Periksa kondisi lamel komutator. Jangan sampai ujung belitan rotor terputus kontak dengan lamel komutator, atau belitan rotor sudah terbakar. Jika semu ujung belitan rotor terputus dari lamel komutator atau belitan rotor sudah terbakar, maka motor mixer tidak akan berputar.
(5) Periksa kondisi hubungan belitan stator (kiri-kanan) dengan menggunakan ohm meter (multimeter) jangan sampai terbakar atau terputus. Jika terbakar atau putus, maka motor mixer tidak akan berputar.
b)   Motor mixer tidak berputar, tetapi berdengung
Kondisi atau kerusakan yang menyebabkan motor mixer tidak berputar, tetapi berdengung yaitu belitan medan bantu atau medan putar atau medan utama stator ada yang hubung singkat. Demikian pula halnya jika belitan rotor motor mixer ada yang hubung singkat. Hubung singkat pada belitan stator atau rotor motor mixer menyebabkan motor mixer kehilangan momen putar, sementara itu arus listrik tetap mengalir. Akibatnya, motor berdengung hingga bergetar. Jika kondisi ini dibiarkan berlangsung lama sekitar 10 – 30 menit, maka belitan stator dan rotor dapat terbakar.
Langkah perbaikannya adalah ganti kumparan bantu atau kumparan utama stator motor, atau ganti kumparan rotor motor mixer. Penggantian belitan stator dapat dilakukan sendiri atau dipercayakan kepada tukang service. Jika pengantiannya dilakukan sendiri maka ada beberapa hal praktis yang dapat anda dilakukan, yakni: (1) Perhatikan dan catat dengan cermat ukuran kawat email yang digunakan masing-masing jenis belitan; (2) Perhatikan dan gambar dengan tepat arah putaran belitan masing-masing belitan (belitan medan bantu, belitan medan utama, dan belitan rotor). Baca buku yang khusus membahas tentang cara menggulung belitan (kumparan) motor listrik; (3) Panjang atau jumlah lilitan pada masing-masing kumparan tidak perlu terlalu dipersoalkan, tetapi cukup anda menimbang dengan cermat bobot kawat email yang dibutuhkan masing-masing jenis kumparan; dan (4) pada saat anda menggulung dianjurkan anda menggunakan sarung tangan yang lembut dan terbuat dari kain ‘Cotton’, sehingga kemungkinan lecetnya isolasi kawat email karena pengaruh kontaminasi langsung dengan tangan anda yang mungkin lembab atau basah, atau rusak karena goresan kuku anda dapat dihindari. Kemudian, jangan menarik kawat email sambil menggesekkannya saat melakukan penggulungan, karena dapat melecetkan isolasi kawat email.
c)    Motor mixer berputar, tetapi mengeluarkan percikan bunga api.
Kerusakan ini terjadi karena hubungan kontak antara sikat dan komutator tidak rata atau kurang pas. Langkah perbaikannya adalah : (1) Periksa sikat motor, jangan sampai sikat sudah tidak pas menutup atau menyambungkan kontak sikat dengan lamel komutator dengan baik; dan (2) Periksa kondisi sikat, ganti jika sudah terlalu pendek sehingga kecekungan permukaannya tidak lagi menutupi atau menyambung hubungan antara sikat dengan lamel-lamel komutator rotor.

d)   Motor mixer berputar, tetapi bergetar
Kondisi mixer berputar, tetapi bergetar dapat disebabkan oleh beberapa kerusakan yang terjadi pada sistem mekanik motor, seperti: (1) Sikat motor yang digunakan terlalu keras (kepadatannya tidak sesuai dengan kepadatan sikat aslinya); (2) Permukaan lamel-lamel komutator sudah tidak rata secara siklus, sehingga sikat loncat-sangkut terhadap lamel yang tidak rata pada saat rotor berputar; (3) Gigi kopel antar tangkai pengaduk dan rotor sudah cukup aus atau ada beberapa giginya hilang atau patah; (4) Putaran as (poros) rotor sudah tidak sentris lagi. Kondisi ini pada umumnya disebabkan oleh keruskan bearing (lahar) dudukan rotor (muka dan belakang), atau rumah dudukan bearing telah bergeser karena pengaruh panas yang berlebihan saat digunakan.
Langkah perbaikan yang perlu dilakukan pada kondisi kerusakan terasebut, yakni: (1) ganti sikat untuk kerusakan pertama, gunakan yang asli; (2) Ganti rotor, karena pada keruskan kedua ini perbaikannya sangat susah dilakukan. Memerlukan peralatan khusus untuk melakukannya. Dan boleh jadi harga peralatan khsus tersebut lebih mahal dari pada harga rotor; (3) Pada keruskan ketiga, ganti gigi kopel dengan yang baru; (4) Sementara itu, kerusakan keempat sangat sulit diperbaili, kecuali mengganti bearing, rotor, dan rumah dudukan rotor. Pada umumnya rumah dudukan rotor tidak dijual terpisah, bahkan tersambung langsung dengan bodi mixer. Jadi penggantiannya memerlukan bodi mixer lain atau bodi baru jika ada yang dijual.
e)    Motor mixer berputar, tetapi saat digerakkan atau kabel penghantarnya bergerak kadang motor tidak bergerak atau berputar
Kondisi motor mixer berputar, tetapi saat digerakkan atau kabel pengtarnya bergerak kadang motor tidak berputar dapat disebabkan oleh: (1) kerusakan pada sistem sikat; dan (2) kabel penghantar mengalami putus dalam. Langkah perbaikannya adalah: (1) Periksa sistem sikat, mungkin ada salah satu dari sikat tersebut yang lepas pegas tekannya. Perbaiki! Sebaiknya diganti saja dengan yang baru. Ingat jangan mengganti sikat hanya satu atau sebelah saja, hal ini berpengaruh pada keseimbangan tekanan sikat terhadap komutator motor; dan (2) Ganti kabel penghantar dengan yang baru. Pada umumnya kabel penghantar tersedia dan dijual terpisah. Harga persetnya Rp 3.500 pada tahun 2004.
f)     Motor mixer berputar, tetapi mengeluarkan suara kasar
Motor mixer berputar, tetapi mengeluarkan suara kasar pada umumnya disebabkan oleh kerusakan pada bearing as rotor. Ada salah satu atau beberapa dari peluruh bearing yang terlalu aus terhadap lingkaran bearing atau sudah pecah. Kerusakan ini memberi peluang rotor mengalami sentakan atau lentingan terhadap lingkaran dalam bearing saat motor berputar hingga mengeluarkan bunyi gemerincing yang kasar.
g)   Motor mixer berputar, tetapi pengaduk adonan tidak ikut berputar
Motor mixer berputar, tetapi pengaduk adonan tidak ikut berputar dapat dipastikan bahwa kerusakan terjadi pada gigi kopel yang berfungsi menggenggam tangkai pengaduk dan terhubung dengan gigi putar rotor sudah aus. Satu-satunya langkah penanggulangan terhadap kerusakan ini adalah menganti gigi kopel dengan yang baru.
 Sumber

Kerusakan Pada Mixer dan Cara Memperbaikinya


Motor mixer tidak berputar
Motor mixer tidak berputar karena tidak ada arus listrik yang masuk ke dalam motor mixer. Kondisi ini disebabkan oleh adanya kerusakan pada bagian-bagian yang dilalui arus listrik yang menuju ke dalam kumparan atau belitan motor, seperti: tusuk kontak, kabel pengantar, saklar pengubung kontak atau pemilih putaran, sikat, komutator, dan kumparan motor.
Motor mixer tidak berputar, tetapi berdengung
Kondisi atau kerusakan yang menyebabkan motor mixer tidak berputar, tetapi berdengung yaitu belitan medan bantu atau medan putar atau medan utama stator ada yang hubung singkat. Demikian pula halnya jika belitan rotor motor mixer ada yang hubung singkat. Hubung singkat pada belitan stator atau rotor motor mixer menyebabkan motor mixer kehilangan momen putar, sementara itu arus listrik tetap mengalir. Akibatnya, motor berdengung hingga bergetar. Jika kondisi ini dibiarkan berlangsung lama sekitar 10 – 30 menit, maka belitan stator dan rotor dapat terbakar. Langkah perbaikannya adalah ganti kumparan bantu atau kumparan utama stator motor, atau ganti kumparan rotor motor mixer.

Motor mixer berputar, tetapi mengeluarkan percikan bunga api
Kerusakan ini terjadi karena hubungan kontak antara sikat dan komutator tidak rata atau kurang pas. Langkah perbaikannya adalah : (1) Periksa sikat motor, jangan sampai sikat sudah tidak pas menutup atau menyambungkan kontak sikat dengan lamel komutator dengan baik; dan (2) Periksa kondisi sikat, ganti jika sudah terlalu pendek sehingga kecekungan permukaannya tidak lagi menutupi atau menyambung hubungan antara sikat dengan lamel-lamel komutator rotor.

Motor mixer berputar, tetapi mengeluarkan suara kasar
Motor mixer berputar, tetapi mengeluarkan suara kasar pada umumnya disebabkan oleh kerusakan pada bearing as rotor. Ada salah satu atau beberapa dari peluruh bearing yang terlalu aus terhadap lingkaran bearing atau sudah pecah. Kerusakan ini memberi peluang rotor mengalami sentakan atau lentingan terhadap lingkaran dalam bearing saat motor berputar hingga mengeluarkan bunyi gemerincing yang kasar.

Motor mixer berputar, tetapi pengaduk adonan tidak ikut berputar
Motor mixer berputar, tetapi pengaduk adonan tidak ikut berputar dapat dipastikan bahwa kerusakpan terjadi pada gigi kopel yang berfungsi menggenggam tangkai pengaduk dan terhubung dengan gigi putar rotor sudah aus. Satu-satunya langkah penanggulangan terhadap kerusakan ini adalah mengganti dengan yang baru.

Sumber